Jakarta masih diguyur hujan, ketika Gentleman Indonesia mewancarai Fitri Tasfiah dalam perjalanan dari area senayan menuju SCBD. Sebenarnya sudah lama kami membuat janji untuk ngobrol. Dan kali ini Gentleman Indonesia beruntung bisa bertemu di sela kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga, guru yoga dan media sosial influencer.

Dibalut kemeja putih polos dan celana jeans, Fitri tampil kasual. Beberapa kali terdengar gerutuan karena peralatan make up ketinggalan. Saya hanya tersenyum dan mengatakan kalau make up-nya baik-baik saja. Sembari melihat kaca, dia memoles bibirnya dengan lipstik.

Roda mobilpun perlahan mulai membelah jalanan Jakarta yang basah saat Gentleman Indonesia membuka pertanyaan ke Fitri Tasfiah.

Gentleman Indonesia (GI): Menurut Fitri laki-laki Gentleman itu seperti apa?

Fitri Tasfiah (FT): Apa ya? Laki-laki yang tahu porsi menggunakan kekuatannya. Dia memperlakukan wanita dengan baik dan sangat bertanggung jawab.  Pokoknya yang menggunakan kekuatannya dalam porsinya.

GI: Chivalry. Asik atau Basi?

FT: Gue sudah lama gak diperlakukan seperti itu sih (tertawa). Dibukain pintu, digeserin kursi dan lain-lain. Tapi kalau memang itu cara laki-laki memperlakukan wanita, ya nggak basi. Masih ada kok wanita yang suka hal tersebut. Gue sebagai wanita juga suka lho diperlakukan begitu meskipun nggak mengharuskan cowok berlaku seperti itu juga.

GI: Laki-laki favorit kamu?

FT: Siapa ya? (tertawa) Gue suka Rio Dewanto dan Reza Rahardian. Rio suka dari dulu suka karena oriental look gitu kan dan karakter dia di film bikin gue jatuh cinta. Kalau Reza sih pas terakhir nonton 3 Srikandi, gue jadi jatuh cinta sama dia. Eh, tapi dulu gue suka Brat Pitt karena setia banget sama Angelina Jolie.

 


GI: Kamu kan guru Yoga nih. Aneh gak sih liat laki-laki yoga?

FT: Buat gue sih tetep seksi. Di tempat gue belajar yoga,  instrukturnya cowok. Guru besarnya juga cowok waktu gue belajar di India. Jadi gak ngerasa hanya untuk cewek, karena aslinya yoga itu sangat laki kok. Dan gue lagi menginfluence orang untuk yoga. Runner, atlit taekwondo gue bikinin kelas yoga di pelatnas. Mereka laki banget dan gak harus kemayu. Yang penting yoga berguna untuk badan. Apalagi kalau sering olah fisik ya harus sering yoga.

 

Pernikahan itu role modelnya bukan orang lain tapi kita sendiri.

 

GI: Kamu dan suami kan sama-sama sibuk. Bagaimana cara kalian mengurus anak berdua?

FT: Ganti-gantian. Biasanya banyakan gue sebagai ibu rumah tangga. Kalau dia bisa di rumah ya gantian ngurusnya. Karena jarang banget ketemu, jadi ya dimanfaatin buat quality time bersama keluarga. Terus gak bisa dua-duanya keluar kota. Dia ambil kerjaan ke luar kota ya gue gak, begitu sebaliknya. Sebisa mungkin dia harus  ada waktu di rumah gantiin kalau gue tugas ke luar. Supaya anak gak merasa kehilangan orang tua. Saling komunikasi aja.

GI: Seberapa sering menghabiskan waktu berdua?

FT: Kadang gue pagi bangun beraktifitas, dia baru aja pulang. Buat gue sih, pernikahan itu role modelnya bukan orang lain tapi kita sendiri. Tapi seenggaknya dalam sebulan kami ada waktu untuk berdua. Gak harus weekend. Karena kami berdua bukan pekerja kantoran jadi kalau mau kencan ya weekdays.

GI: Tempat favorit untuk kencan?

FT: Bioskop! Nonton. Tapi dulu kami sih sering nge-wine.

GI: Menurutmu, Yoga (suami) itu Gentleman?

FT: Iya. Dia sangat tahu gue. Sabar banget meskipun orang bilang dia galak. Dia gak pernah kasar sama gue, gak pernah main fisik. Dan dia tahu “brengsek”nya gue gimana. (ketawa)

GI: Relationship Goal ala Awkarin?

FT: Hahahaha…. Kayaknya gue satu-satunya orang yang bilang kok unyu banget ya. Mungkin udah lama kali gak kayak gitu, gue jadi ngeliatnya romantis. Nangis-nangis pas putus.

Mobil kami melewati putaran. Tetiba Fitri berbisik.

“Ah satu lagi, aku suka cowok yang senang olahraga”

Kami pun tertawa, sementara di luar hujan sudah reda.

 

Image @goenrock – @fitritash instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here