Banjir besar, gempa dan badai akibat pertemuan musim dingin Asia dan musim panas Australia semua berkumpul di Jakarta. Ibukota Indonesia ini menjadi lumpuh total dan Anddri sebagai tim SAR harus berjibaku menyelamatkan korban. Kisah heroik inilah yang akan diangkat dalam film Bangkit!, sebuah film dengan genre disaster pertama di Indonesia besutan Suryanation bersama Kaninga Pictures dan Oreima Films.

Trailer resmi film ini diluncurkan bersamaan dengan momen perayaan Kebangkitan Nasional. Memilih kota Surabaya tepatnya Hotel Majapahit yang terkenal dengan insiden penyobekan bendera Belanda, Suryanation menayangkan trailer Bangkit! untuk pertama kalinya di hadapan para insan pers dan movie blogger.

Menurut Pongky Puranto dari Suryanation, tujuan membuat film ini adalah untuk memberikan dukungan kepada kebangkitan film Indonesia. Dengan penggunaan Visual dan Special Effect, Suryanation berambisi untuk bisa mensejajarkan film ini dengan film Hollywood dengan genre yang sama.

“Kami berkomitmen tinggi untuk bisa mempersembahkan sesuatu yang baru dan berbeda kepada penonton Indonesia.”, ungkapnya.

Dibintangi oleh Vino G Bastian yang berperan sebagai Anddri, film ini penuh dengan adegan yang menguras tenaga. Untuk melakoni tokoh tersebut, Vino selama 2 bulan berturut-turut harus mempersiapkan fisik dan mental. Tak pelak, adegan seperti free-dive, renang menggunakan sepatu boot dan adegan berat lainnya mampu dilakoni oleh Vino.

Selain Vino, aktris Acha Septriasa, Putri Ayudya dan Deva Mahendra juga turut membintangi film yang digadang-gadang sebagai film dengan CGI terbanyak di Indonesia ini.

BANGKIT! FILM PENUH DENGAN CGI

Dibesut oleh Rako Prijanto, film ini berbeda dengan film Indonesia lainnya karena mengetengahkan genre disaster yang sangat menantang untuk dieksekusi. Bahkan para crew, aktor dan aktris yang terlibatpun sempat dibuat shock dengan script yang disodorkan oleh Rako.

“Tak hanya penuturan cerita baru, aksi heroik dan rekayasa CGI sangat kental di film ini.”, ujar Rako Prijanto.

Reza Hidayat, selaku produser film Bangkit! ini mengaku bahwa film dengan CGI terbanyak sepanjang sejarah film Indonesia ini menelan biaya hingga 12 Milyar. Melibatkan 250 crew, 200 figuran serta 120 tim visual effect ini diharapkan dapat menjadi salah satu pembuktian bahwa CGI bisa mempunyai peran dalam mewujudkan visi filmmaker di Indonesia.

Raiyan Laksamana, penanggung jawab Visual Effect yang sebelumnya menjadi VFX Supervisor di film 3 Nafas Likas, Cahaya Dari Timur dan Bima Satria ini menegaskan bahwa bagian tersulit dari produksi film Bangkit! adalah menyelaraskan antara proses pre-visual, konsep dan keadaan lapangan. Tak jarang hanya untuk adegan satu scene, harus diambil dari 5 tempat yang berbeda.

Meskipun dengan biaya yang terbilang “wah” untuk ukuran film Indonesia, Reza menegaskan belum menargetkan jumlah penonton. Namun harapannya masyarakat Indonesia akan menonton film ini karena selain merupakan film dengan genre disaster pertama juga mengedepankan unsur CGI yang bakal memanjakan mata penonton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here